HIPERTENSI
Muhammad Aldi Rahman
Program Studi S1
Farmasi
STIKES BORNEO LESTARI
PENDAHULUAN
Tahukah kamu apa itu Hipertensi ?
Hipertensi adalah
nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan
aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan
tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas
apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam
keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.
Pola penyakit di Indonesia mengalami transisi
epidemiologi selama dua dekade terakhir, yakni dari penyakit menular yang
semula menjadi beban utama kemudian mulai beralih menjadi penyakit tidak
menular. Kecenderungan ini meningkat dan mulai mengancam sejak usia muda.
Penyakit tidak menular yang utama di antaranya hipertensi, diabetes melitus,
kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik. World Health Organization (WHO)
dan Center Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan jumlah penderita
hipertensi di dunia terus meningkat. Data pasien hipertensi di dunia sekitar
satu milyar orang dan meningkat setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi yang
terdiagnosis dokter di Indonesia mencapai 25,8% dan Yogyakarta menduduki
peringkat ketiga prevalensi hipertensi terbesar di Indonesia sesuai data
Riskesdas 2013. Hipertensi adalah penyakit yang didefinisikan sebagai
peningkatan tekanan darah secara menetap. Umumnya, seseorang dikatakan
mengalami hipertensi jika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Tingkat
prevalensi hipertensi diketahui meningkat seiring dengan peningkatan usia dan
prevalensi tersebut cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat
pendidikan rendah atau masyarakat yang tidak bekerja (Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan, 2013). Saat ini terdapat adanya kecenderungan bahwa
masyarakat perkotaan lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan masyarakat
pedesaan. Hal ini antara lain dihubungkan dengan adanya gaya hidup masyarakat
kota yang berhubungan dengan resiko penyakit hipertensi seperti stress,
obesitas (kegemukan), kurangnya olahraga, merokok, alkohol, dan makan makanan
yang tinggi kadar lemaknya.
PEMBAHASAN
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah didalam
arteri. Seseorang dikatakan terkena hipertensi bila mempunyai tekanan darah
sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≤90 mmHg. Pengukuran dilakukan
2 kali dengan waktu yang berbeda dan dilakukan pada saat istirahat dengan
posisi duduk atau berbaring. Tingkatan tekanan darah dibagi berdasar : Optimal ( Sistolik <120 mmHg – Diastolik <80 mmHg),
Normal (Sistolik <130 mmHg – Diastolik
<85 mmHg), Normal tinggi (Sistolik 130 – 139 mmHg - Diastolik 85 – 89 mmHg), Hipertensi ringan (Sistolik 140 – 159 mmHg - Diastolik 90 – 99 mmHg), Hipertensi sedang (Sistolik 160 – 179 mmHg - Diastolik 100 – 109 mmHg), Hipertensi tinggi (Sistolik <180 mmHg - Diastolik >110 mmHg). Hipertensi
merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing
individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-gejalanya itu
adalah sakit kepala/rasa berat di tengkuk, mumet (vertigo), jantung
berdebar-debar, mudah Ielah, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus),
dan mimisan.
Hipertensi
dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang dikelompokkan menjadi faktor
risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor
risiko yang tidak dapat diubah diantaranya adalah jenis kelamin, umur dan
keturunan. Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah diantaranya adalah pola
makan (banyak mengkonsumsi garam, kolesterol, kafein, alkohol), kebiasaan
olah raga, merokok, obesitas, dan Stres. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa usia > 55 tahun, mempunyai riwayat keluarga dengan
hipertensi, pola makan tinggi natrium dan lemak, mengalami obesitas dan tidak
melakukan olah raga mempunyai risiko yang lebih besar untuk terkena hipertensi.
Berdasarkan
bentuknya hipertensi dibagi menjadi : Hipertensi diastolik (diastolic
hypertension), Hipertensi campuran (sistol dan diastol yang meninggi),
Hipertensi sistolik (isolated systolic hypertension).
Terdapat jenis-jenis hipertensi
yang lain yaitu : Hipertensi Pulmonal Suatu penyakit yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah arteri paru-paru yang menyebabkan
sesak nafas, pusing dan pingsan pada saat melakukan aktivitas. Berdasar
penyebabnya hipertensi pulmonal dapat menjadi penyakit berat yang ditandai
dengan penurunan toleransi dalam melakukan aktivitas dan gagal jantung kanan.
Hipertensi pulmonal primer sering didapatkan pada usia muda dan usia
pertengahan, lebih sering didapatkan pada perempuan dengan perbandingan 2:1,
angka kejadian pertahun sekitar 2-3 kasus per 1 juta penduduk, dengan mean
survival / sampai timbulnya gejala penyakit sekitar 2-3 tahun. Kriteria
diagnosis untuk hipertensi pulmonal merujuk pada National Institute of Health;
bila tekanan sistolik arteri pulmonalis lebih dari 35 mmHg atau “mean”tekanan
arteri pulmonalis lebih dari 25 mmHg pada saat istirahat atau lebih 30 mmHg
pada aktifitas dan tidak didapatkan adanya kelainan katup pada jantung kiri,
penyakit myokardium, penyakit jantung kongenital dan tidak adanya kelainan
paru.
Akibat Komplikasi Hipertensi Komplikasi/bahaya
yang dapat ditimbulkan pada penyakit adalah : Pada mata: penyempitan
pembuluh darah pada mata karena penumpukan kolesterol dapat mengakibatkan
retinopati, dan efek yang ditimbulkan pandangan mata kabur, Pada jantung: jika
terjadi vasokonstriksi vaskuler pada jantung yang lama dapat menyebabkan sakit
lemah pada jantung, sehingga timbul rasa sakit dan bahkan menyebabkan kematian
yang mendadak, Pada ginjal: suplai darah vaskuler pada ginjal turun menyebabkan
terjadi penumpukan produk sampah yang berlebihan dan bisa menyebabkan sakit
pada ginjal, Pada otak: jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2
berkurang bisa menyebabkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah sudah parah
mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak (stroke).
Pencegahan Harus diakui sangat sulit untuk mendeteksi dan
mengobati penderita hipertensi secara adekuat, harga obat-obatan hipertensi
tidaklah murah, obat-obat baru amat mahal dan mempunyai banyak efek samping.
Untuk alasan inilah pengobatan hipertensi sangat penting, tapi tidak lengkap
tanpa dilakukan tindakan pencegahan untuk menurunkan faktor resiko. Pencegahan
sebenarnya merupakan bagian dari pengobatan hipertensi, karena mampu memutus
mata rantai hipertensi dan komplikasinya.
Pencegahan hipertensi
dilakukan melalui dua pendekatan :
1. Pemberian
edukasi tentang hipertensi. Munculnya masalah kesehatan seperti hipertensi
tidak hanya disebabkan oleh kelalaian individu, namun dapat juga disebabkan
oleh ketidaktahuan masyarakat sebagai akibat dari kurangnya informasi tentang
suatu penyakit. Rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat
tentang hipertensi merupakan penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah,
terutama pada pasien hipertensi di Asia. Dari penelitian yang dilakukan (
Armilawaty,2009) 50% dari penderita Hipertensi dewasa tidak menyadari sebagai
penderita hipertensi sehingga mereka cenderung menjadi hipertensi berat karena
tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor resiko. Masih kurangnya informasi
tentang perbaikan pola makan bagi penderita hipertensi juga membuat pengetahuan
masyarakat tentang perbaiakan pola makan masih rendah. Pemberian informasi
kesehatan diharapkan mampu mencegah dan mengurangi angka kejadian suatu
penyakit dan sebagai sarana promosi kesehatan. Pemberian edukasi mengenai
hipertensi terbukti efektif dalam pencegahan hipertensi.
2. Modifikasi
Gaya Hidup. Gaya hidup merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan
masyarakat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penyebab terjadinya hipertensi
misalnya aktivitas fisik, pola makan, dan stres, dll. Resiko seseorang untuk
mendapatkan hipertensi dapat dikurangi dengan cara memeriksa tekanan darah
secara teratur; menjaga berat badan ideal; mengurangi konsumsi garam; jangan
merokok; berolahraga secara teratur; hidup secara teratur; mengurangi stress;
jangan terburu-buru; dan menghindari makanan berlemak. Menjalankan pola hidup
sehat setidaknya selama 4–6 bulan terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan
secara umum dapat menurunkan risiko permasalahan kardiovaskular.
§ Pencegahan
Sekunder yaitu pola makanam yamg sehat; mengurangi garam dan natrium di diet
anda; fisik aktif; mengurangi Akohol intake; berhenti merokok.
§ Pencegahan
Tersier yaitu pengontrolan darah secara rutin; olahraga dengan teratur dan di
sesuaikan dengan kondisi tubuh.
KESIMPULAN
Hipertensi merupakan
penyakit yang mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat
dampak yang ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang dimana
meningginya tekanan darah berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya penyakit
jantung koroner, stroke, gagal jantung, isufisiensi renal, dan peyakit vaskuler
perifer. Prevalensi hipertensi semakin meningkat dengan bertambahnya usia, dan
pemberian obat-obatan terbukti sangan bermanfaat untuk mengobati hipertensi.
Namun dengan obat-oabatan saja tidak dapat mengobati penyakit kardiovaskuler –
renal akibat hipertensi. Pencegahan merupakan faktor penting. Dengan mengetahui
gejala dan faktor resiko hipertensi yang terjadi diharapkan masyarakat mampu
mencegah terjadinya hipertensi atau terjadinya komplikasi dan kematian.
DAFTAR
PUSTAKA
Khairul Anam; Gaya Hidup Sehat Mencegah Penyakit Hipertensi; Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary; Banjarmasin Kalimantan Selatan; Jurnal Langsat Vol. 3 No. 2 Juli-Desember 2016 Pusat data dan informasi Kemenkes RI 2014
Erica Kusuma Rahayu Sudarsono, Dkk ; Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi Guna Perbaikan Tekanan Darah pada Anak Muda Dusun Japanan, Margodadi, Sayegn, Sleman, Yogyakarta ; JurnalPengabdian Kepada Masyarakat, Vol 3, September 2017 Hal 26 – 38
Nureesa Doloh, Agus Sudaryanto, Enita Dewi; Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Dalam Pencegahan Komplikasi Penderita Hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta; S2 IKM Universitas Sebelas Maret.
Terimakasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali infonya makasih
BalasHapusWah kerenn, terimakasih info ny kak
BalasHapus